Tahapan Detail Engineering Design (DED): Panduan Teknis untuk Proyek Konstruksi Gedung

Tahapan Detail Engineering Design (DED) pada proyek konstruksi gedung oleh konsultan teknik

Detail Engineering Design (DED) menjadi dasar teknis perencanaan proyek konstruksi gedung.

Detail Engineering Design (DED) adalah dokumen teknis terperinci yang menerjemahkan konsep perencanaan menjadi gambar kerja, spesifikasi teknis, dan perhitungan yang siap dieksekusi di lapangan. DED menjadi krusial karena berfungsi sebagai baseline teknis, legal, dan biaya dalam pelaksanaan konstruksi gedung. Tanpa DED yang valid, risiko deviasi mutu, pembengkakan biaya, dan konflik lapangan meningkat signifikan.

Wawasan Lapangan Konsultan

Kendala Umum: Sinkronisasi Data Desain vs Kondisi Eksisting

Dalam banyak proyek gedung eksisting, tim menemukan ketidaksesuaian antara gambar arsitektur awal dengan kondisi aktual lapangan (as-built). Contohnya: perubahan layout struktur, utilitas yang tidak terdokumentasi, atau elevasi lantai yang bergeser.

Observasi Teknis:
Masalah ini sering muncul karena DED disusun tanpa site verification menyeluruh atau menggunakan data lama (asumsi desain).

Solusi Praktis (Best Practice Lapangan):
PT. Kaizen Enjiniring Nusantara menerapkan pendekatan DED berbasis verifikasi lapangan, meliputi:

  • Pengukuran ulang (re-measurement) dan dokumentasi as-built

  • Sinkronisasi lintas disiplin (arsitektur–struktur–MEP)

  • Validasi teknis sebelum finalisasi gambar kerja

Pendekatan ini menurunkan risiko change order saat konstruksi hingga tahap pelaksanaan.

Baca Juga: Estimasi Biaya Pengurusan PBG & SLF 2026: Komponen dan Cara Hitungnya

Tahapan Teknis Detail Engineering Design (DED)

  1. Pengumpulan Data Awal
    Dokumen perencanaan, PBG, data lahan, dan survei eksisting.

  2. Analisis Teknis Lintas Disiplin
    Arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP).

  3. Penyusunan Gambar Kerja Detail
    Termasuk detail sambungan, dimensi, dan spesifikasi material.

  4. Perhitungan Teknis & Spesifikasi
    Struktur, utilitas, dan sistem keselamatan bangunan.

  5. Review & Finalisasi DED
    Validasi kesesuaian regulasi dan kesiapan konstruksi.

Tim konstruksi gedung melakukan pekerjaan lapangan sesuai gambar DED yang telah disahkan

Implementasi DED memastikan pelaksanaan konstruksi gedung sesuai spesifikasi teknis.

Fungsi DED dalam Proyek Gedung

Aspek Teknis   Tanpa DED Detail           Dengan DED Terverifikasi
Akurasi gambar kerja     Rendah, interpretatif           Tinggi & terukur
Risiko perubahan lapangan     Tinggi           Minimal
Kepastian biaya konstruksi     Tidak stabil           Lebih terkendali
Kesesuaian regulasi     Rentan temuan           Tervalidasi
Efisiensi waktu proyek      Lambat
           Lebih efisien

Dasar Hukum & Standar Teknis

Penyusunan DED untuk proyek gedung di Indonesia harus mengacu pada:

DED yang tidak selaras dengan regulasi berpotensi menghambat proses PBG, SLF, hingga operasional gedung.

Baca Juga:Audit Struktur Bangunan: Syarat Wajib Penerbitan SLF & Keamanan Gedung (Panduan Teknis 2026)

5 FAQ - Seputar DED

1. Apakah DED wajib untuk proyek gedung?

DED wajib untuk memastikan desain siap dibangun dan memenuhi ketentuan teknis bangunan gedung sesuai PP 16/2021.

2. Apa beda DED dan gambar perencanaan awal?

DED bersifat detail dan eksekusi, sedangkan perencanaan awal masih konseptual dan belum siap konstruksi.

3. Kapan DED harus disusun?

DED disusun setelah konsep disetujui dan sebelum proses tender atau pelaksanaan konstruksi.

4. Apakah DED diperlukan untuk gedung eksisting?

Ya, terutama untuk renovasi, perubahan fungsi, atau pemenuhan persyaratan SLF.

5. Siapa yang berwenang menyusun DED?

DED harus disusun oleh konsultan teknik yang kompeten dan memahami regulasi bangunan gedung.

Info Lainnya:Prosedur Uji Hammer Test dan UPV dalam Audit Forensik Bangunan Tua

Detail Engineering Design (DED) adalah fondasi teknis yang menentukan mutu, efisiensi, dan kepatuhan regulasi dalam proyek konstruksi gedung. DED yang disusun berdasarkan verifikasi lapangan dan sinkronisasi lintas disiplin mampu menekan risiko teknis dan perubahan saat konstruksi.

Bagi PT. Kaizen Enjiniring Nusantara, DED berfungsi sebagai instrumen pengendali mutu dan kepastian teknis proyek. Pendekatan berbasis standar.


Komentar

Postingan Populer